Tembok Cina di Surabaya

Photo by @Kurn_Setiawan

Kata temanku, Surabaya itu panas. Tapi miris. Ia datang justru di sambut hujan deras.
Mungkin dia lupa. Surabaya ada di belahan negara khatulistiwa.
Kalau nggak terik, ya rintik. Kalau gak panas, ya sedingin sikapnya.
Temanku datang ke Surabaya di sambut deras dari langit pun geledek di hatinya.
Bagaimana tidak? sepertinya ia keliru mendamba. Ia hanya jatuh cinta pada sosok yang mirip tembok cina.
Laki-laki yang sepanjang sejarah temanku mengenalnya, tak pernah menegur sapa, tak pernah membalas pesan, tak pernah tersenyum atau bahkan meliriknya.

Aku bahkan sangsi dengan kata 'mengenalnya'. Jangan-jangan temanku ini hanya tau sebatas wajah dan nama. Lantas setengah mati ia tergila.
Sudah berulangkali ku bilang. 'Nah jangan bodoh'. Tapi dia dengan tidak sopannya membalik ucapanku. 'ah, kamu juga ndak kalah bodoh'. Terimakasih nah. aku tau itu. maksudku jangan ikutan bodoh sepertiku.

Bagaimana lagi? Kalau sudah secinta itu, Dibilang sebodoh apapun tetap sudi jadi bodoh. Tidak apa-apa. Nanti kita berdoa. Kalau perlu istighosah akbar. Agar kamu dan aku sadar. Hidup tak sekedar tentang cinta-cintaan. Tapi ya gimana. Kalau gak cinta-cintaan, Rasa apalagi yang pantas kita gambarkan untuk Pencipta sosok 'tembok cina' itu ya ?

Sabar ya, nah
Aku yakin ada manusia inisial A lainnya yang mau tau dan peduli kamu. Alina misalnya? Hehehehehehehehhehehehehe.

Comments

Popular Posts