Cantik itu apa
![]() |
| Source : Designinspiration |
Dulu aku gadis belasan tahun yang sempat ingat untuk memoles bedak pun sudah alhamdulillah.
Tapi entah. Menginjak awal usia 19 tahun mendadak aku kehilangan sebagian besar kepercayaan diriku.
Mungkin salah satu alasannya karena melihat beberapa teman yang sekarang terlihat makin cantik, makin anggun, dan makin makin lainnya, yang sepertinya aku tidak punya.
Semakin besar angka usiaku, semakin aku sadar. Ternyata aku tidak secantik 'standart cantik' yang sepertinya kuciptakan sendiri.
Aku dianugerahi kulit dengan keratosis pilaris yang menurutku cukup mengganggu (meski sepertinya tidak banyak orang tau tentang keratosis pilaris)
Aku punya kulit wajah yang mudah kusam, meski sudah berliter liter skincare ku coba.
Aku punya bekas jerawat yang mnurutku tak kunjung hilang -seperti bayangnya-
Aku punya kulit wajah yang mudah kusam, meski sudah berliter liter skincare ku coba.
Aku punya bekas jerawat yang mnurutku tak kunjung hilang -seperti bayangnya-
Mendadak aku jadi manusia berhobi sambat dan kurang bersyukur.
Suatu hari aku bertemu seorang teman yang menurutku secantik standart yang ku impikan. Tapi sejenak berbagi cerita dengannya, aku sadar. Dia boleh jadi punya kecantikan yang ku impikan, tapi ternyata dia tidak punya bahagia yang kurasakan. Terang-terangan dia berkata ingin punya banyak teman, ingin terlihat selalu ceria, ingin banyak hal yang ia lihat padaku. Aku terdiam.
Tiba-tiba aku jadi sanguin yang melankolis tapi sok bijaksana.
"Teruntuk kalian yang memiliki krisis kepercayaan diri sepertiku, mungkin kita tidak secantik yang kita impikan. Namun bukankah setiap perempuan punya cantiknya masing-masing?
"Teruntuk kalian yang memiliki krisis kepercayaan diri sepertiku, mungkin kita tidak secantik yang kita impikan. Namun bukankah setiap perempuan punya cantiknya masing-masing?
Mungkin kita tidak dianugerahi wajah secantik tasya farasya, tapi boleh jadi tuhan menitipkan senyum ceria di wajahmu, yang menyejukkan hati banyak orang.
Mungkin kita tidak dilahirkan memiliki tubuh dengan lekuk kurva-kurva yang sempurna, tapi boleh jadi tuhan menitipkan hati yang tulus, yang membahagiakan banyak orang.
Mungkin kita tidak pandai merias wajah dengan warna-warna yang tak ada habisnya di identifikasi, tapi boleh jadi tuhan menitipkan jasad yang sehat, yang bisa membantu urusan banyak orang.
Aku salah satu dari sejuta perempuan diluar sana yang mungkin terobsesi dengan banyak standart kecantikan yang sebenarnya tidak pernah ada.
Mungkin menjadi cantik bisa dimulai dengan menatap diri dicermin, sambil memikirkan betapa banyak kecantikan yang Tuhan beri pada kita.
Mungkin menjadi cantik bisa dimulai dengan menatap diri dicermin, sambil memikirkan betapa banyak kecantikan yang Tuhan beri pada kita.
Bisa jadi satu-satunya cara untuk membuat diri kita tetap waras, yaitu mempercayai kecantikan kita sendiri.
Lantas semoga kita tidak sembarang menegur teman sambil mengernyit jijik saat melihat jerawatnya mulai memerah dan meradang. Bagaimana kalau kita sepakat untuk saling memuji? Mungkin ada baiknya kita bilang "sudah dikasih salep A? Gak apaapa nanti bisa sembuh, beginipun kamu sudah cantik" Cukup beri solusi dan puji sebisanya. Bukankah bicara seperti itu lebih menyenangkan sambil berbagi semangat merawat diri, dibanding membuat teman kita malu lantas menutup diri.
Bagiku itu tindakan yang cantik -Meski aku belum sampai di tahap itu-
Lalu menurut kalian, cantik itu apa?
Lalu menurut kalian, cantik itu apa?

Comments