Saatnya


no-tengas-miedo-de-cambiar.tumblr.com

Kamu pernah bilang. Akan ada saatnya kamu dan aku berbincang berdua.
Berkisah tanpa perantara benda yang sekedar menyampaikan suara.
Berkisah sambil membagi renyahnya tawa.
Dan sialnya aku percaya.
Aku percaya akan ada masa itu, Masa kita berdua. Tanpa diganggu atau mengganggu siapapun.

Entah. Aku keliru atau tidak.
Sejauh ini aku tidak menemui masa itu.
Jika memang Tuhan berbaik hati mencicipkan masa itu,
Mungkin sore itu wujudnya.
Bincang canggung itu.
Kaki ku pegal. Tapi tak bisa ku sembunyikan langkahku yang tegang mencari bayangmu.
Seharian aku memaksakan senyum karna tuntutan, tapi aku tidak keberatan menambah waktu tersenyum lagi didepanmu.
Aku senang sekaligus bimbang. Bagaimana caranya aku menangani rasa yang tak karuan ini?
Bodohnya aku hanya pura-pura baik-baik saja di depanmu. Begitu juga kamu. Kamu baik-baik saja di depanku. entah pura-pura atau memang kau baik tanpa aku.

"Kamu tidak berubah" ucapmu. Aku tertawa. Bagaimana bisa aku berubah. Kalau isi hatiku padamu saja sama sekali tidak terjamah. Kamu lucu. Sayangnya kamu selalu sekedar mampir di setiap potongan hidupku. Tapi tak apa. Menemui selintas senyummu nyata didepanku saja sudah ku syukuri. Tak peduli esok bincang kita berlanjut, atau kabarmu akan hilang lagi.

Suatu Senja di 2018

Comments

Popular Posts