Yuk Belajar Dana Darurat, Solusi Penting Di Masa Genting

Sebelumnya sudahkah teman-teman mengenal apa itu dana darurat?
Dana darurat adalah simpanan dana yang kita kumpulkan untuk digunakan pada saat masa-masa darurat. Misalnya saat kita sedang dirumahkan oleh perusahaan, saat tiba-tiba kita dipindah tugaskan, atau saat bisnis kita sedang tidak menghasilkan banyak untung. Jadi ibaratnya, dana darurat adalah ban serep yang sudah kita siapkan sejak jauh-jauh hari. 

Usia-usia produktif generasi millenial biasanya justru dihabiskan dengan berbagai kegiatan yang menyebabkan pengeluaran konsumtif. Misalnya, kebanyakan dari kita lebih memilih mengumpulkan uang untuk liburan, nongkrong dengan teman setiap hari, sering berganti-ganti gadget tanpa keperluan khusus dan lain sebagainya. Sehingga tak jarang, di masa-masa genting misalnya di rumahkan saat pandemi seperti ini, kita tidak memiliki simpanan apapun. Dan terancam untuk berhutang.

Jumlah Dana Darurat
Menurut Melvin Mumpuni (Founder Finansialku), Jumlah dana darurat yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut :
- 6 kali jumlah pengeluaran perbulan untuk yang single 
- 9 kali jumlah pengeluaran perbulan untuk yang sudah menikah 
- 12 kali jumlah pengeluaran perbulan untuk yang sudah menikah dan memiliki 1 anak

Cara perhitungannya cukup mudah. Misalnya, Alina memiliki pengeluaran Rp.1.000.000/bulan. Karena saat ini Alina masih single dan hanya perlu membiayai diri sendiri, maka jumlah dana darurat yang harus Alina siapkan adalah 6 kali pengeluaran bulanan. 
Rp.1.000.000 x 6 = Rp.6.000.000
Jadi Alina harus memiliki dana darurat minimal 6 juta. Mengapa demikian?

Kalau Alina memiliki dana darurat sejumlah 6 juta rupiah, maka jika suatu hari Alina dipecat dari pekerjaannya, ia masih memiliki biaya hidup hingga 6 bulan kedepan. Dan selama 6 bulan itu Alina bisa mencari pekerjaan baru tanpa diburu hutang biaya hidup.

See? Itulah sebabnya kenapa dana darurat penting untuk kita. Dengan adanya dana darurat, kita mengantisipasi kebutuhan hidup kita dimasa depan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Instrumen Menyimpan Dana Darurat
Untuk menyimpan dana darurat, teman-teman bisa menyisihkan sebagian pemasukan sedikit demi sedikit setiap bulannya dalam instrumen yang mudah dicairkan sewaktu-waktu. Karena dana darurat biasanya butuh dicairkan secepatnya. Instrumen yang disarankan adalah :
- Logam Emas
- Rekening Tabungan
- Reksadana Pasar Uang

Teman-teman tidak disarankan menyimpan dana darurat dalam instrumen investasi seperti saham. Hal ini dikarenakan harga saham yang fluktuatif atau mudah berubah-ubah. Sehingga dikhawatirkan saat teman-teman membutuhkan dana darurat tersebut, harga saham sedang jatuh, Dan jika saham tersebut dipaksakan untuk dijual, teman-teman akan mengalami kerugian. 

Jadi bagaimana, Apakah teman-teman sudah memiliki pandangan baru tentang dana darurat dan berencana untuk menyiapkannya?

Comments

Reffi Dhinar said…
Waah menarik insightnya. Aku sudah nabung di RDPU sama logam mulia, dikit2 moga konsisteen
Ma Est said…
Wow, baru tahu. Ada perhitungannya ternyata. Terima kasih, Kak. Informasinya sangat membantu.
Wonder Umma said…
❤️❤️ mudah2an bisa aku aplikasikan ❤️❤️

Popular Posts