Pengalaman Seleksi IICC Malaysia-Singapore 2018

Banyak banget temen-temen yang nanya tentang pengalamanku waktu exchange ke Malaysia-Singapore kemarin. Jadi aku share di blog yang sudah berdebu dan kusam ini saja ya hehe.
Girls Delegation at International Islamic University of Malaysia

Alhamdulillah, Kebetulan aku beruntung dan dikasih kesempatan buat belajar sambil bermain ke negara orang Bulan Mei kemarin. Biarpun cuma 4 hari, Tapi bener-bener bikin aku tau banyak hal baru dan dapat pengalaman baru juga. Aku juga kenal banyak teman dengan pengalaman yang masyaallah jos jos banget. Mulai dari penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud yang sangat susah ku tembus biarpun aku sudah coba 2 batchnya (auto mewek) sampai mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari universitas-universitas ternama di Indonesia. 

Awalnya ke luar negeri bener-bener cuma kaya mimpi buat aku. Tapi big thanks to Rizqy Amalia, temanku sepesantren dulu yang tiba-tiba ngerepotin minta di anterin ke bandara juanda karena dia mau exchange ke Malaysia. Ngeliat temanku ini bisa ke luar negeri ya otomatis iri dong. Aku juga ingin. Akhirnya di perjalanan pulang dari juanda, temanku satunya lagi si Siti Nurvia jelasin banyak hal tentang program yang berangkatin Rizqy ke Malaysia. Dari situ aku dapat harapan dan semangat baru buat ke luar negeri. 

Ada banyak program yang buka peluang buat teman-teman yang pengen banget exchange ke luar negeri. Salah satunya IICC (International Islamic Cultural Connect). di IICC ini ada tiga macam pendaftaran, yang pertama Social Delegate. Biaya pendaftarannya waktu itu Rp.125.000 (biaya pendaftaran bisa berubah-ubah tergantung waktu dan negara tujuan). Buat pendaftar Social delegate ini wajib upload foto twibon ke sosial media. sedangkan untuk Reguler Delegate lebih mahal sedikit dari yang Social tetapi tidak diwajibkan upload twibbon. Dan untuk kategori pendaftar yang terakhir adalah Executive Delegate. Untuk yang Executive ini dia sifatnya self funded jadi semua biaya di tanggung pendaftar pribadi. Sedangkan social dan reguler delegate ini harus melalui beberapa proses dulu untuk mendapatkan Scholarship (beasiswa) baik fully funded maupun partial funded. 

Setelah membayar pendaftaran, Aku bikin video sesuai tema yang ditentukan.(btw thanks Larasati yang mau aku ajak kekampus buat take video padahal lagi liburan wkwk).
Waktu itu tema dibatch yang aku ikuti adalah "Islam Rahmatan Lil 'Aalamin" dan aku mengangkat kisah Hak Asasi Manusia setelah Islam datang. Video amatiranku bisa di lihat di Arta Laras Angelina - Islam Rahmatan Lil Alamin IICC 2018

Nah selang beberapa waktu kemudian tibalah pengumuman siapa aja yang lanjut ke tahap wawancara. Dan Alhamdulillah aku lanjut ke wawancara. Waktu itu aku dapat jadwal wawancara siang hari. 

Wawancaranya emang via voice call atau telfon, tapi full bahasa inggris juga waktu itu. Dan bahasa inggrisku bener-bener pas-pasan sekedar tau orangnya ngomong apa dan aku harus jawab apa, Aku sama sekali belum pinter grammar dan kawan-kawannya.
 
Disini aku ada Tips buat kalian yang bahasa inggrisnya juga masih standar kayak aku. Untuk melalui tahap wawancara full inggris semacam ini gaperlu panik.
1. Analisa pertanyaan-pertanyaan yang menurut kalian bakal ditanyain
2. Tulis jawabannya dalam bahasa indonesia dan inggris yang paling ngga sudah dikoreksi sama teman kalian yang jago bahasa inggris.
3. Latian ngobrol sendiri, nanya-nanya sendiri dan jawab-jawab sendiri dari list analisa pertanyaan kalian
4. Kalau waktu hari-H ada pertanyaan yang luput dari analisa kalian, gak perlu panik. Panik hanya membuat kalian gak mudeng pewawancara ngomong apa hehe. Tetep tenang, mikir jernih dan jawab sebisamu. 
5, Jangan sampai kalian cuma ngomong waktu ditanya. Usahakan bicara seinteraktif mungkin sama pewawancara. Jadi siapkan list percakapan-percakapan interaktif juga.

Saat di International Islamic University Malaysia

Semua tips di atas berdasarkan evaluasi diri dari pengalamanku waktu itu. Setelah tahap wawancara, Aku dapat kabar kalau aku tidak lolos tahap wawancara, tapi aku masih dapat kesempatan berangkat ke Malaysia-Singapore dengan Partial Funded atau di biayai setengah. Jadi dari total biaya yang di butuhkan, aku tetap dapat beasiswa tapi cuma sebagian. Waktu itu aku ragu bakal di izinin orang tua :') karena emang daftarnya aja aku gabilang wkwk.
Tapi Alhamdulillah orang tuaku antusias banget dan bangga. Jadilah aku dapat kesempatan berangkat ke Malaysia-Singapore waktu itu.

Untuk Sharing Pengalamanku waktu di Malaysia dan Singapore bakal aku bahas di Next Post yaaa.
Semoga tulisan ini bisa memotivasi dan membuat teman-teman lebih semangat buat ke luar negeri. Sebenernya kesempatan-kesempatan ke luar negeri sekarang banyak banget. tergantung kita mau usaha atau ndak. Mau ribet cari info sampai ribet bikin essay, video atau ngurus berkas ini itu. Gak jarang juga kita harus keluar uang pendaftaran yang mungkin bagi beberapa orang gak sedikit. Tapi aku selalu nerapin kalau kita sudah 10kali gagal, tetep coba sekali lagi. siapa tau usaha ke 11 itu yang berhasil. Semangattttt:) xoxo


Comments

Popular Posts